Program kolaboratif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi dan ICMI orda Cimahi dalam platform Kampung Cendekia, yang merupakan ruang pengabdian bersama untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, memperkuat nilai toleransi dan meneguhkan komitmen menjadikan Cimahi sebagai kota Peradaban.
Dalam dialog kebangsaan lintas iman ini, kita belajar bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk menjauh, melainkan kesempatan untuk saling menyapa dan memahami. Setiap agama membawa pesan suci tentang cinta, kasih sayang, dan perdamaian. Maka kebencian sejatinya tidak memiliki tempat diantara kita.
Untuk menjawab tantangan kerukunan umat beragama, diperlukan komunikasi kebangsaan lintas iman yang berkelanjutan, tidak hanya reaktif terhadap konflik, tetapi proaktif membangun kesadaran kolektif. FKUB, tokoh agama, akademisi, tokoh masyarakat, dan media lokal perlu terus bergandengan tangan memperkuat budaya dialog kebangsaan lintas iman.
Sesungguhnya tidak ada alasan untuk saling membenci, sebab kita semua adalah anak bangsa yang lahir dari rahim yang sama bernama Indonesia. Melalui Dialog Kebangsaan Lintas Iman, kita berikhtiar menanam benih persaudaraan di Cimahi. Tahun 2024 setara menobatkan Cimahi diurutan 25 dari kabupaten dan kota yang ada di Indonesia, kondisi baik baik yang harus terus dirawat.
Dialog Kebangsaan Lintas Iman, dihadiri berbagai tokoh lintas agama, budaya, dan unsur pemerintahan. Hadir di antaranya Pdt. Chita R. Baiin (Kristen), Simon (Konghucu), I Gusti Arya (Hindu), Bunda Yani dari Penghayat Kepercayaan mewakili DKKC, KH Subarna (Islam),Alfian dari FPK Cimahi, Ketut Rumandiana, budayawan Didin Tulus, Febri Ketua Forum TBM Cimahi.
Dari unsur pemerintahan turut hadir bapak Agustus Fajar (Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Cimahi), Camat Cimahi Utara Samsul Maarif, dan Lurah Cipageran Asep Hendrayana, Bapak Alfian (Kepolisian), bersama tokoh Masyarakat para Ketua RW : bapak Suprapto, bapak Johny G.L. Muaya, bapak Riyanto, dan bapak Bambang Umbas.





